Analisis Faktor Penyebab Memudarnya Kearifan Lokal Tradisi Berladang Pada Masyarakat Kampong Muhur Kecamatan Sihluq Ngurai Kabupaten Kutai Barat / Nurul, Nurul text Tenggarong : FISIPOL-Universitas Kutai Kartanegara, 2025 | Nurul. (2021) "Analisis Faktor Penyebab Memudarnya Kearifan Lokal Tradisi Berladang pada Masyarakat Kampung Muhur Kecamatan Siluq Ngurai Kabupaten Kutai Barat" Skripsi jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Kutai Kartanegara Dosen Pembimbing I Bapak Dr. Sudirman, S.IP.,M,Si, Dosen Pembimbing II Bapak Zulkifli, S.Sos., M.Si. <br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan memudarnya kearifan lokal tradisi berladang pada masyarakat Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat. <br>Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi di masyarakat adat Dayak Benuaq terkait dengan perladangan tradisional. <br>Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis data. <br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat Dayak Benuaq masih melaksanakan perladangan tradisional dengan tata cara yang sudah dilestarikan secara turun-temurun, terdapat kecenderungan bahwa sistem perladangan tersebut semakin ditinggalkan oleh generasi muda. <br>Beberapa faktor penyebab memudarnya tradisi ini antara lain adalah pengaruh modernisasi, perubahan pola pikir generasi muda yang lebih memilih pertanian modern, serta minimnya pemahaman tentang pentingnya kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dampak dari memudarnya tradisi berladang ini antara lain adalah hilangnya nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan sosial masyarakat, serta berkurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara adat. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya upaya pelestarian tradisi berladang guna mempertahankan identitas budaya masyarakat adat Dayak Benuaq. <br>Kata Kunci: Tradisi Berladang, Masyarakat Adat Dayak Benuaq<br> Administrasi Negara