Cite This        Tampung       

Judul Studi Tentang Pendapatan Asli Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara
Pengarang Yuvita, Sherly
Penerbitan Tenggarong : FISIPOL-Universitas Kutai Kartanegara, 2013
Deskripsi Fisik 70 hlm. ;21x30 cm
Subjek Manajemen Umum
Abstrak Sherly Yuvita (2013), Studi Tentang Pendapatan Asli Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Dibawah bimbingan Bapak H. Hero Suprayetno, S.Sos, M.Si, selaku dosen pembimbing I dan Bapak Juliansyah, S.Sos.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Aparatur Desa dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Desa bangun Rejo Kecamtan Tenggarong ng Seberang erang Kabupaten Kutai Kartanegara dan untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi peningkatan Pendapatan Asli Desa Besarnya tingkat pendapatan asli desa pada periode 2010/2011 dari hasil kekayaan desa menunjukan penilaian yang cukup baik meskipun terjadi penurunan dibandingkan tahun 2009/2010 sebesar 8%, dengan jumlah penerimaan uang sebesar Rp.20.090.000,- dan jumlah yang terrealisasi sebesar Rp.18.000.000,-.
Selanjutnya tingkat pendapatan asli desa dari hasil swadaya atau partisipasi masyarakat yang di targetkan sebesar Rp. 8.441.500, tercalisasi sebesar Rp. 6.886.000, menunjukan penilaian cukup baik, dimana terlihat keinginan masyarakat turut membangun desanya cukup tinggi melalui iuran dan gotong royong.
Sedangkan pendapatan asli desa dari biaya tata usaha yang terealisasi sebesar Rp.1.550.000, pada APBD tahun 2010/2011, dapat diberi penilaian kurang. Disebabkan karena pendapatan biaya tata usaha ini masih menjadi pendapatan pribadi dari Kepala Desa dan perangkatnya serta sebagian tidak dibukukan dalam buku kas desa.
Upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa salah satunya dengan peningakatan penerimaan retribusi desa yang yang berasal dari retribusi desa, namun hal tersebut perlu diimbangkan dengan sosialisasi secara intensif, penyediaan payung hukum dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Adapun cara yang dilakukan adalah melalui intensifikasi retribusi, diantaranya Retribusi penggantian biaya cetak legalitas surat dan izin keramaian dapat ditingkatkan melalui penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat. Retribusi pemakaian kekayaan daerah, melalui peningkaatan harga/tarif yang sesuai dengan ketentuan Peraturan Dacrah, seperti sewa gedung millik pemerintah, tanah, rumah dinas, kendaraan dan alat berat dan lain sebagainya.
Sumber daya alam yang dimiliki Desa Bangun Rejo masih sangat potensial untuk dikembangkan, dan hasilnya dapat dijadikan sebagai sumber Pendapatan Asli Desa, sehingga hal tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu peluang yang bisa dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Aali Desa. Salah satu kendala dalam peningkatan Pendapatan Asli Desa adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat sebagai wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak, retribusi maupun pungutan lainnya yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.


 
No Barcode 140213110008969
No. Panggil 658 YUV S C.1
Akses Baca di tempat
Lokasi Perpustakaan Universitas - Ruang Koleksi Referensi
Tersedia
TagInd1Ind2Isi
001INLIS000000000005702
00520250906100052
008250906################|##########|#|##
035##$a 0010-0925000052
082##$a 658
084##$a 658 YUV S C.1
100##$a Yuvita, Sherly
2451#$a Studi Tentang Pendapatan Asli Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara /$c Sherly Yuvita
260##$a Tenggarong :$b FISIPOL-Universitas Kutai Kartanegara,$c 2013
300##$a 70 hlm. ; $c 21x30 cm
520##$a Sherly Yuvita (2013), Studi Tentang Pendapatan Asli Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Dibawah bimbingan Bapak H. Hero Suprayetno, S.Sos, M.Si, selaku dosen pembimbing I dan Bapak Juliansyah, S.Sos.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Aparatur Desa dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Desa bangun Rejo Kecamtan Tenggarong ng Seberang erang Kabupaten Kutai Kartanegara dan untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi peningkatan Pendapatan Asli Desa Besarnya tingkat pendapatan asli desa pada periode 2010/2011 dari hasil kekayaan desa menunjukan penilaian yang cukup baik meskipun terjadi penurunan dibandingkan tahun 2009/2010 sebesar 8%, dengan jumlah penerimaan uang sebesar Rp.20.090.000,- dan jumlah yang terrealisasi sebesar Rp.18.000.000,-.
Selanjutnya tingkat pendapatan asli desa dari hasil swadaya atau partisipasi masyarakat yang di targetkan sebesar Rp. 8.441.500, tercalisasi sebesar Rp. 6.886.000, menunjukan penilaian cukup baik, dimana terlihat keinginan masyarakat turut membangun desanya cukup tinggi melalui iuran dan gotong royong.
Sedangkan pendapatan asli desa dari biaya tata usaha yang terealisasi sebesar Rp.1.550.000, pada APBD tahun 2010/2011, dapat diberi penilaian kurang. Disebabkan karena pendapatan biaya tata usaha ini masih menjadi pendapatan pribadi dari Kepala Desa dan perangkatnya serta sebagian tidak dibukukan dalam buku kas desa.
Upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa salah satunya dengan peningakatan penerimaan retribusi desa yang yang berasal dari retribusi desa, namun hal tersebut perlu diimbangkan dengan sosialisasi secara intensif, penyediaan payung hukum dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Adapun cara yang dilakukan adalah melalui intensifikasi retribusi, diantaranya Retribusi penggantian biaya cetak legalitas surat dan izin keramaian dapat ditingkatkan melalui penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat. Retribusi pemakaian kekayaan daerah, melalui peningkaatan harga/tarif yang sesuai dengan ketentuan Peraturan Dacrah, seperti sewa gedung millik pemerintah, tanah, rumah dinas, kendaraan dan alat berat dan lain sebagainya.
Sumber daya alam yang dimiliki Desa Bangun Rejo masih sangat potensial untuk dikembangkan, dan hasilnya dapat dijadikan sebagai sumber Pendapatan Asli Desa, sehingga hal tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu peluang yang bisa dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Aali Desa. Salah satu kendala dalam peningkatan Pendapatan Asli Desa adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat sebagai wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak, retribusi maupun pungutan lainnya yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
650#4$a Manajemen Umum
990##$a 140213110008969
Content Unduh katalog