Cite This        Tampung       

Judul Peranan Ketua RT Dalam Mewujudkan Demokratisasi Dan Kerukunan Warga (Studi Kasus Di RT 17 Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong)
Pengarang Dahryah, Dahryah
Penerbitan Tenggarong : FISIPOL-Universitas Kutai Kartanegara, 2012
Deskripsi Fisik 64 hlm. ;21x30 cm
Subjek Administrasi Negara
Abstrak DAHRYAN, 2013, Peranan Ketua RT Dalam Mewujudkan Demokratisasi dan Kerukunan Warga, (Studi Kasus Di RT 17 Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong), Skripsi, Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Kutai Kartanegara, pembimbing 1 Bapak M. Suria Irfaani, S.Sos, M.Si, pembimbing II Lucy Yulidasari, S.Psi M.Psi.
Berhasil tidaknya tujuan yang akan dicapai sangat ditentukan atau bergantung dari manusia yang ada dalam organisasi itu, jika manusia sebagai penggerak manajemen tersebut memiliki moral yang baik dan berkeinginan untuk maju, terampil dan juga memiliki rasa keterkaitan sebagai orang-orang yang bekerja sama, maka tujuan organisasi tersebut akan mudah untuk dicapai. Seorang pemimpin lebih banyak berorientasi pada bawahan dan mempunyai kepentingan umum daripada lebih berorientasi pada kepentingan diri sendiri.
Upaya mewujudkan kerukunan tetangga dan demokratisasi warga di lingkungan RT 17 telah dibentuk pengurus RT diketuai oleh seorang ketua Ketua RT 17 telah mampu menerapkan kepemimpinan yang demokratis dan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Namun dalam melakukan kepemimpinan demokratis dan pelayanan kepada masyarakat ketua RT 17 masih kurang, seperti kurangnya waktu ketua RT, ketua RT sering menunda pelayanan, kurang melakukan pertemuan dalam rencana pembangunan, kurang membantu pemeliharaan lingkungan warga dan kurang membantu program pemerintah karena keterbatasan waktu.
Rumusan penelitian ini adalah bagaimana peranan Ketua RT 17 Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong dalam mewujudkan demokratisasi dan kerukunan warga dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat. Tujuan penelitian mendeskripsikan peran ketua RT. 17 dalam menjalankan perannya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan untuk mengetahui sejauhmana perannya dilakukan penelitian kepustakaan dan melakukan wawancara kepada masyarakat.
Hasil penelitian diketahui ketua RT 17 dalam menjalankan perannya berdasarkan ketentuan yang berlaku dan kepengurusan RT didasarkan SK Lurah Loa Tebu Kecamatan Tenggarong Prosedur kerja kenza RT 17 Kelurahan Loa Tebu dikatakan sederhana tapi cukup efektif. Tupoksi ketua RT. 17 lebih melakukan pengadministrasian kependudukan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat dan pendorong peran serta masyarakat setempat.
Kedudukan ketua RT 17 menjadi sangat penting, sebagai mitra lurah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Schagai faktor pendukung peran RT adalah kesediaan atau dukungan dari masyarakat dan sebagai faktor penghambat adalah masyarakat kurang memahami tugas-tugas RT serta furut serta dalam pemeliharaan dan menjaga keamanan dan ketertiban.


 
No Barcode 140113110008964
No. Panggil 658 DAH P C.1
Akses Baca di tempat
Lokasi Perpustakaan Universitas - Ruang Koleksi Referensi
Tersedia
TagInd1Ind2Isi
001INLIS000000000005697
00520260625025059
008260625################|##########|#|##
035##$a 0010-0925000047
082##$a 351
084##$a 351 DAH P C.1
100##$a Dahryah, Dahryah
2451#$a Peranan Ketua RT Dalam Mewujudkan Demokratisasi Dan Kerukunan Warga (Studi Kasus Di RT 17 Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong) /$c Dahryah
260##$a Tenggarong :$b FISIPOL-Universitas Kutai Kartanegara,$c 2012
300##$a 64 hlm. ; $c 21x30 cm
520##$a DAHRYAN, 2013, Peranan Ketua RT Dalam Mewujudkan Demokratisasi dan Kerukunan Warga, (Studi Kasus Di RT 17 Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong), Skripsi, Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Kutai Kartanegara, pembimbing 1 Bapak M. Suria Irfaani, S.Sos, M.Si, pembimbing II Lucy Yulidasari, S.Psi M.Psi.
Berhasil tidaknya tujuan yang akan dicapai sangat ditentukan atau bergantung dari manusia yang ada dalam organisasi itu, jika manusia sebagai penggerak manajemen tersebut memiliki moral yang baik dan berkeinginan untuk maju, terampil dan juga memiliki rasa keterkaitan sebagai orang-orang yang bekerja sama, maka tujuan organisasi tersebut akan mudah untuk dicapai. Seorang pemimpin lebih banyak berorientasi pada bawahan dan mempunyai kepentingan umum daripada lebih berorientasi pada kepentingan diri sendiri.
Upaya mewujudkan kerukunan tetangga dan demokratisasi warga di lingkungan RT 17 telah dibentuk pengurus RT diketuai oleh seorang ketua Ketua RT 17 telah mampu menerapkan kepemimpinan yang demokratis dan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Namun dalam melakukan kepemimpinan demokratis dan pelayanan kepada masyarakat ketua RT 17 masih kurang, seperti kurangnya waktu ketua RT, ketua RT sering menunda pelayanan, kurang melakukan pertemuan dalam rencana pembangunan, kurang membantu pemeliharaan lingkungan warga dan kurang membantu program pemerintah karena keterbatasan waktu.
Rumusan penelitian ini adalah bagaimana peranan Ketua RT 17 Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong dalam mewujudkan demokratisasi dan kerukunan warga dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat. Tujuan penelitian mendeskripsikan peran ketua RT. 17 dalam menjalankan perannya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan untuk mengetahui sejauhmana perannya dilakukan penelitian kepustakaan dan melakukan wawancara kepada masyarakat.
Hasil penelitian diketahui ketua RT 17 dalam menjalankan perannya berdasarkan ketentuan yang berlaku dan kepengurusan RT didasarkan SK Lurah Loa Tebu Kecamatan Tenggarong Prosedur kerja kenza RT 17 Kelurahan Loa Tebu dikatakan sederhana tapi cukup efektif. Tupoksi ketua RT. 17 lebih melakukan pengadministrasian kependudukan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat dan pendorong peran serta masyarakat setempat.
Kedudukan ketua RT 17 menjadi sangat penting, sebagai mitra lurah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Schagai faktor pendukung peran RT adalah kesediaan atau dukungan dari masyarakat dan sebagai faktor penghambat adalah masyarakat kurang memahami tugas-tugas RT serta furut serta dalam pemeliharaan dan menjaga keamanan dan ketertiban.
650#4$a Administrasi Negara
990##$a 140113110008964
Content Unduh katalog