Cite This        Tampung       

Judul Analisis Faktor Penyebab Memudarnya Kearifan Lokal Tradisi Berladang Pada Masyarakat Kampong Muhur Kecamatan Sihluq Ngurai Kabupaten Kutai Barat
Pengarang Nurul, Nurul
Penerbitan Tenggarong : FISIPOL-Universitas Kutai Kartanegara, 2025
Deskripsi Fisik 64 hlm. ;21x30 cm
Subjek Administrasi Negara
Abstrak Nurul. (2021) "Analisis Faktor Penyebab Memudarnya Kearifan Lokal Tradisi Berladang pada Masyarakat Kampung Muhur Kecamatan Siluq Ngurai Kabupaten Kutai Barat" Skripsi jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Kutai Kartanegara Dosen Pembimbing I Bapak Dr. Sudirman, S.IP.,M,Si, Dosen Pembimbing II Bapak Zulkifli, S.Sos., M.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan memudarnya kearifan lokal tradisi berladang pada masyarakat Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi di masyarakat adat Dayak Benuaq terkait dengan perladangan tradisional.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat Dayak Benuaq masih melaksanakan perladangan tradisional dengan tata cara yang sudah dilestarikan secara turun-temurun, terdapat kecenderungan bahwa sistem perladangan tersebut semakin ditinggalkan oleh generasi muda.
Beberapa faktor penyebab memudarnya tradisi ini antara lain adalah pengaruh modernisasi, perubahan pola pikir generasi muda yang lebih memilih pertanian modern, serta minimnya pemahaman tentang pentingnya kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dampak dari memudarnya tradisi berladang ini antara lain adalah hilangnya nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan sosial masyarakat, serta berkurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara adat. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya upaya pelestarian tradisi berladang guna mempertahankan identitas budaya masyarakat adat Dayak Benuaq.
Kata Kunci: Tradisi Berladang, Masyarakat Adat Dayak Benuaq


 
No Barcode 260913110011594
No. Panggil 351 NUR A C.1
Akses Tidak dapat dipinjam
Lokasi Perpustakaan Universitas - Ruang Koleksi Umum
Tersedia
TagInd1Ind2Isi
001INLIS000000000008253
00520260926111733
008260926################|##########|#|##
035##$a 0010-0926000129
082##$a 351
084##$a 351 NUR A C.1
100##$a Nurul, Nurul
2451#$a Analisis Faktor Penyebab Memudarnya Kearifan Lokal Tradisi Berladang Pada Masyarakat Kampong Muhur Kecamatan Sihluq Ngurai Kabupaten Kutai Barat /$c Nurul
260##$a Tenggarong :$b FISIPOL-Universitas Kutai Kartanegara,$c 2025
300##$a 64 hlm. ; $c 21x30 cm
520##$a Nurul. (2021) "Analisis Faktor Penyebab Memudarnya Kearifan Lokal Tradisi Berladang pada Masyarakat Kampung Muhur Kecamatan Siluq Ngurai Kabupaten Kutai Barat" Skripsi jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Kutai Kartanegara Dosen Pembimbing I Bapak Dr. Sudirman, S.IP.,M,Si, Dosen Pembimbing II Bapak Zulkifli, S.Sos., M.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan memudarnya kearifan lokal tradisi berladang pada masyarakat Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi di masyarakat adat Dayak Benuaq terkait dengan perladangan tradisional.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat Dayak Benuaq masih melaksanakan perladangan tradisional dengan tata cara yang sudah dilestarikan secara turun-temurun, terdapat kecenderungan bahwa sistem perladangan tersebut semakin ditinggalkan oleh generasi muda.
Beberapa faktor penyebab memudarnya tradisi ini antara lain adalah pengaruh modernisasi, perubahan pola pikir generasi muda yang lebih memilih pertanian modern, serta minimnya pemahaman tentang pentingnya kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dampak dari memudarnya tradisi berladang ini antara lain adalah hilangnya nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan sosial masyarakat, serta berkurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara adat. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya upaya pelestarian tradisi berladang guna mempertahankan identitas budaya masyarakat adat Dayak Benuaq.
Kata Kunci: Tradisi Berladang, Masyarakat Adat Dayak Benuaq
650#4$a Administrasi Negara
990##$a 260913110011594
Content Unduh katalog